Selamat datang di lembaran baru tahun Hijriah. Ketika kalender Islam memasuki bulan Muharram, suasana spiritual umat Muslim di seluruh dunia sering kali meningkat. Ada kedamaian dan kekhusyukan tersendiri yang mengiringi kedatangannya. Muharram bukan sekadar penanda waktu; ia adalah waktu yang diberkahi.
Banyak di antara kita yang bertanya-tanya, apa yang membuat bulan ini begitu istimewa? Mengapa kedudukannya begitu tinggi di sisi Allah SWT? Melalui artikel ini, kita akan mengurai secara mendalam Mengapa Muharram Termasuk Bulan Suci? Ini Penjelasannya.
Kedudukan Istimewa Muharram dalam ‘Ashhurul Hurum’
Jawaban mendasar dari pertanyaan “Mengapa Muharram Termasuk Bulan Suci?” berakar pada ketetapan Allah SWT sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci (Ashhurul Hurum). Muharram adalah salah satu dari empat bulan tersebut.
Ashhurul Hurum berarti bulan-bulan yang disucikan dan dihormati. Pada masa ini, segala bentuk kezaliman, konflik, dan pertumpahan darah dilarang keras. Tradisi ini bahkan sudah ada sejak zaman pra-Islam dan kemudian dikukuhkan kembali oleh Islam sebagai bentuk penghormatan.
Pelarangan konflik ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kedamaian, sehingga umat manusia dapat lebih fokus pada ibadah dan refleksi diri. Mengapa Muharram termasuk bulan suci pada posisi pertama dalam urutan, itu menandakan ia adalah pembuka tahun yang penuh kedamaian.
Simbolisme ‘Syarullah’ atau Bulan Allah
Keagungan Muharram semakin terlihat dari julukan yang disematkan kepadanya: Syarullah. Ini adalah istilah Arab yang berarti “Bulan Allah”. Ketika Allah menghubungkan sesuatu dengan Nama-Nya secara langsung, itu menunjukkan kedekatan dan kemuliaan yang luar biasa.
Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis menyebutkan bahwa “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di Bulan Allah (Muharram).” Hal ini mempertegas mengapa Muharram termasuk bulan suci, karena ia memberikan peluang pahala yang berlipat ganda.
Status Syarullah ini mengundang setiap hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ini adalah waktu di mana pintu pengampunan dibuka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang mau bermunajat dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Amalan Puncak: Puasa Asyura yang Menghapus Dosa
Faktor kunci yang membuat banyak orang bertanya, “Mengapa Muharram Termasuk Bulan Suci?” adalah adanya peristiwa sejarah dan amalan yang menyertainya. Puncaknya terjadi pada tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Hari Asyura adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa AS berpuasa, dan Nabi Muhammad SAW meneruskan sunnah ini kepada umatnya.
Keutamaan Puasa Asyura sangat luar biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa satu tahun yang lalu.” Keistimewaan inilah yang memicu umat Muslim di seluruh dunia untuk menyambutnya dengan antusiasme spiritual yang tinggi.
Momentum Evaluasi dan Langkah Hijrah
Mengetahui keutamaan dan penjelasan di atas, kita seharusnya tidak lagi ragu Mengapa Muharram Termasuk Bulan Suci? Ini Penjelasannya. Kesucian ini bukan untuk dibiarkan berlalu, melainkan untuk dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi diri.
Jadikan awal tahun Hijriah ini sebagai titik tolak untuk mengevaluasi kualitas ibadah kita satu tahun yang lalu. Sudahkah kita menjadi hamba yang lebih baik? Jika belum, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan ‘hijrah’ spiritual menuju ketakwaan yang lebih tinggi.
Buatlah target ibadah yang jelas untuk satu tahun ke depan. Anda bisa memulainya dengan hal kecil yang konsisten, seperti merutinkan salat dhuha, menjaga lisan dari ghibah, atau memperbanyak bersedekah. Momentum Muharram memberikan dorongan energi ekstra untuk langkah tersebut.
Mari kita jalani hari-hari di bulan suci ini dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian. Jaga diri dari perbuatan dosa, perbanyak amalan shalih, dan sambut lembaran baru hidup kita dengan optimisme yang tinggi.






